Korupsi bukanlah permasalahan sepele. Seperti virus, keberadaan, penularan, serta dampaknya-lah yang patut kita khawatirkan. Sebagai “isu paling ngetop”, korupsi telah menjalar di berbagai lapisan kehidupan, dengan lakon utama tetap pemerintah sebagai pemegang amanat (dan uang) rakyat yang berkompromi dengan menggadaikan kewenangannya untuk kepentingan mereka sendiri dan segelintir pihak yang tidak berhak. Yang menjadi korban juga sama: rakyat dan bangsa secara keseluruhan.

Secara makro, korupsi itu ada di wilayah penerimaan keuangan negara dan wilayah penggunaan keuangan negara tersebut. Wilayah penerimaan itu tempat pajak dan pungutan negara lainnya dikumpulkan. Potensi yang seharusnya terkumpul, dihilangkan sebagiannya untuk dikorup. Sementara wilayah penggunaan adalah tempat uang negara yang sudah terkumpul tadi dialokasikan dan digunakan oleh pemerintah dan alat negara lainnya untuk menyelenggarakan kegiatannya. Modusnya simpel: uang yang memang sudah dijatah sebagai anggaran, dimainkan sedemikian rupa.

Mari kita persempit ke wilayah penerimaan. Kalau kita bedah, secara garis besar, korupsi di wilayah ini hampir tidak bisa (baca: tidak bisa sama sekali) dilakukan oleh satu pihak saja. Misal aparat pemerintah punya keinginan, namun pihak wajib bayar tidak mau, korupsi tidak akan terjadi. Begitu pula bila wajib bayar bermaksud, tapi sang aparat menampik. Korupsi di wilayah ini sifatnya transaksional, ada ijab kabulnya. Termasuk jika “ijab kabul” tersebut dipaksakan (salah satu pihak terpaksa melakukannya).

Dengan anatomi tersebut, korupsi di wilayah penerimaan hanya dapat diberantas jika ada komitmen dan pesepsi yang sama antara aparat pemerintah dengan wajib bayar. Sehingga upaya penanaman karakter anti-korupsi juga harus dilakukan untuk keduanya. Tidak bisa hanya untuk salah satu pihak.

Itulah alasan utama, Selasa, 30 April 2013 kemarin, KPPBC Kudus bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memberikan sosialisasi kepada pegawai KPPBC Kudus dan pengusaha rokok untuk memiliki komitmen yang sama dalam mencegah korupsi. Meskipun KPPBC Kudus sudah dikenal bersih, acara semacam itu tetap perlu dilakukan untuk memelihara semangat bersama.